Masalah Internal Partai Hanura Yang Sedang Panas

Masalah Internal Partai Hanura Yang Sedang Panas
Dalam beberapa hari yang lalu para kader Hanura yang berada di 27 Dewan Perwakilan Daerah yang berada di seluruh Indonesia menandatangi opsi tidak percaya kepada Ketua Umum mereka Oesman Sapta Odang atau yang sering dipanggil Oso. Ke 27 DPD dari seluruh Indonesia meminta kepada DPP untuk segera melakukan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Hingga berita ini kami tulis, Hanura sudah memecat ketua umum mereka. Hal ini kami dapatkan dari salah satu media berita online. Pemecatan disampaikan oleh Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding. Mosi tidak percara ini juga disampaikan oleh 400 lebih ditingkat dewan pimpinan cabang kabupaten/kota.

Masalah Internal Partai Hanura Yang Sedang Panas

Masalah Internal Partai Hanura Yang Sedang Panas

Saat mengadakan jumpa pers di salah satu hotel yang terletak di Blik M, Jakarta Selatan, Ketua DPP dari partai yang terbentuk pada 14 November 2016 atau 11 tahun yang lalu menjelaskan bahwa akan diadakan Musnaslub untuk menunjuk ketua umum yang pasti,karena saat ini Hanura masih dipimpin oleh Plt Marsdya(purn) Daryanto yang ditunjuk oleh kubu Hotel Ambhara. Dalam kesempatan inipula ketua DPP Hanura menyampaikan bahwa kesalahan Oso sudah melakukan berbagai pelanggarang sehingga dirinya dipecat dari jabatanya. Pelanggaran yang dilakukan oleh dirinya adalah melakukan pemecetan pengurus DPD tanpa melakukan mekanisme partai. Selain itu mereka juga menuding bahwa Oesman Sapta Odang memasukan dana uang partai sebesar 200 M kedalam rekening pribadinya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD yang berasal dari Sumsel saat berada di jalan raya Hankam 69, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur mengatakan ” Uang partai yang berjumlah krang lebih 200 M yang seharusnya masuk ke dalam rekening partai dipindahkan ke rekening pribadi OSO Sekuritas yang merupakan perusahaan dari OSO. Dihari yang sama (senin 15/01/2018) kubu dari Hotel Manhattan juga melakukan rapat. Namun materi rapat dari kubu Manhattan belum dapat dipastikan apakah membahas pemecatan dari Oso.

Ditemui di hotel Manhattan, kubu Hanura tersebut mengatakan bahwa uang partai yang diinvetasikan ke OSO Securities diperuntukan untuk kebutuhan partai. Namun yang mengelola dana sekarang berada dikubu dari hotel Ambhara. Melalui bendahara umumnya Zulhanar Usman mengatakan jenis investasi saat ini masih mau dilakukan pengecekan kepada wakil bendahara umum, namun orang tersebut berada dikubu seberang (hotel Ambhara). Lebih lanjut bendahara Hanura tersebut menyampaikan kenapa dana partai tersebut di investasikan ke perusahan milik Oso yang memiliki SK dari Menkumham. Dengan gamlang dia mengatakan bahwa mereka ingin dana partai tidak diam begitu saja, maka dari itu mereka investasikan agar mendapatkan nilai tambah. Untuk investasi ini sudah menjadi kesepakatan kami bersama.

OSO Securities merupakan perusahaan yang berjalan di sektor bisnis, yang menjadi perantara perdagangan efek pada Bursa Efek Indonesia. Selain itu juga mereka juga menyediakan penasehat keuangan bagi nasabah yang memiliki badan usaha yang sah dibadan hukum. Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada tahun 1988. Sementara pria kelahiran Kalimantan Barat 18 Agustus 1950 tersebut menjabat sebagai ketua umum mengantikan Wiranto yang dipanggil presiden Joko Widodo untuk mengisi posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia mengantikan Luhut Binar Panjaitan yang dipindahkan ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia. Oso resmi menjabat menjadi ketua umum pada tanggal 21 Desember 2016. Hingga berita ini kami tulis Wiranto mengatakan bahwa masalah yang ada saat ini melanda Hanura jangan samapi masuk jalur hukum, karena akan memakan waktu yang sangat lama.

Masalah Internal Partai Hanura Yang Sedang Panas