Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah
Dalam lanjutan sidang E-Ktp yang digelar 2 hari yang lalu atas tersangka mantan ketua umum partai golongan karya (Golkar) Setya Novanto, jaksa KPK memanggil beberapa orang dari Badan Anggaran DPR RI saat proyek E-KTP berjalan. Menurut hakim dan jaksa kesaksian dari pimpinan Badan Anggaran DPR RI sangat penting untuk didengar, setelah beberapa nama pimpinan banggar muncul dalam dakwaan mantan pejabat Mentri dalam Negeri Iman dan Sugiharto. Dalam dakwaan tersebut mereka disebutkan menerima sejumlah uang dalam proyek yang merugikan negara hingga hitungan Triliun.

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Dalam kesaksian kali ini hakim anggota bertanya kepada mantan bendahara umum partai demokrat mengenai alasan atau maksud dari anggaran multiyear dalam proyek E – KTP tidak sepotong sepotong. Nazarudin menjawab lupa dengan alasan dari pernyataan tersebut. Setelah mendengar jwaban lupa yang diberikan oleh Nazarudin, Hakim anggota membacakan BAP yang ditulis oleh Nazar yang memiliki 3 alasan dengan isi agar proyek tersebut bisa utuh, Bila proyek E-KTP dibuat secara per tahun maka proyek ini akan memiliki kenaikan harga ditahun berikutnya, dan yang terakhir jika proyek tersebut dibuat per tahun maka akan dibuat kembali tender.

Selanjutnya Hakim anggota menayakan aliran dana yang diberikan oleh Andi Agustinum memberikan uang kesejumlah anggota di Senayan pada saat itu, seperti Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo, Chairuman Harahap, Agun Gunanjar, Arief Wibowo, dan masih banyak lagi sebanyak lebih kurang 20 orang. Namun sang hakim menekan kan bahwa penyebutan nama tersebut jangan memunculkan fitnah. Dengan latang Nazar menjawab bahwa catatan yang ada pada saat itu memang seperti nama yang itu adanya.

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Hakim anggota pada saat itu pun heran kenpa catatan sampai ada jumlahnya? Nazarudin mengatakan bahwa yang memberikan catatan kepada dirinya adalah Andi Narogong. Hakim kembali bertanya dengan Nazar untuk mempertegas BAP dari Nazar, apakah saudara (Nazarudin) tetap dengan tulisan yang berada di BAP? Jawab Nazar adalah tetap dengan BAP yang ada. Lebih lanjut hakim anggota memberikan rincian kepada Nazarudin tentang uang yang digunakan dalam BAP dari salah satu tersangka Proyek E KTP.

Hakim bertanya berapa uang yang saudarah dapatkan secara pribadi? Mantan bendahara umum Demokrat tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan sepeser pun, namun uang sebesar 3 juta US Dollar tersebut masuk kedalam fraksi yang digunakan untuk kongres Partai untuk memenangkan Anas Urbaningrum pada saat itu. Dari Hakim anggota lainnya kembali bertanya kepada Nazar, karena nama yang sudah ditulis dalam BAP hampir semua mengakui tidak menerima, apakah anda bebenar benar mengetahui tentang nama nama tersebut, karena hal ini menyangkut nama baik dari seseorang.

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Jika hal yang ditulis tersebut benar tidak ada masalah, jika tidak maka nama orang tersebut akan rusak. Dalam kesempatan ini hakim bertanya kepada Nazarudin apakah benar benar melihat atau hanya dari catatan saja? Dengan nada lemas Nazarudin mengatakan bahwa ada langsung melihat seperti Ganjar yang menerima uang di ruangan Mustokoweni. Lalu hakim mengatakan dalam kesaksian yang diberikan oleh Ganjar, Calon Gubernur Jawa Tengah bersi keras mengatakan tidak ada menerima uang tersebut. Lalu Nazar mengatakan bahwa dia tetap dengan Keterangan yang berada di BAPnya.

Terus ditekan oleh hakim anggota Nazar pun mengakui bahwa nama Ganjar ada karean diberitahu oleh Mustokoweni. Setelah selesai memberikan keterangan Nazar pun kembali bernyanyi dengan menyebut nama dari mantan aggota PKS yang saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah. didepan awak media pria kelahiran Bangun, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini mengatakan dirinya akan segera melimpahkan berkas kepada KPK tentang korupsi yang dilakukan oleh Fahri saat duduk menjadi wakil ketua komisi III pada periode yang lalu. Dirinya juga menambahkan bahwa SBY dan Ibas tidak terlibat dalam proyek E-KTP.

Nazarudin Kembali Bernyanyi Giliran Fahri Hamzah Gelisah

Hal tersebut pun ditanggap santai oleh Fahri dengan mengatakan selama di sukamiskin Nazarudin tidak mau bermasyarakat dan memiliki Bodygraud dan dirinya ingin bertamu jika pihak kpk yang datang menjumpai dirimya. lebih lanjut Fahri mengatakn bahwa KPK telah memberikan surat untuk pembebasan Nazar yang mengatakan bahwa anak kabupaten Simalungun ini sudah tidak memiliki kasus, namun nyatanya menurut Fahri kasus nazarudin mencapai 162 kasus. Diakhir kata Fahri mengatakan bahwa siapa yang bersekongkol dengan kezoliman maka dirinya akan kenak.